News  

Warga Binaan Muslim Laksanakan Sholat Tarawih Berjamaah di Aula Lapas

Warga Binaan Muslim Laksanakan Sholat Tarawih Berjamaah di Aula Lapas

Bulan Ramadan merupakan momen yang dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Sebagai umat muslim, kita diwajibkan untuk berpuasa selama sebulan penuh serta menjalankan amaliah ibadah lainnya seperti sholat tarawih. Namun bagaimana jika kita berada di dalam tahanan?

Di Indonesia, setiap lembaga pemasyarakatan menyediakan tempat ibadah untuk warga binaan muslim. Termasuk di dalamnya aula Lapas. Meski terdapat perbedaan dalam pelaksanaannya, pelaksanaan sholat tarawih di Lapas pun tetap berjalan dengan khidmat.

Pada artikel ini, kita akan mengulas mengenai pelaksanaan sholat tarawih berjamaah di aula Lapas, disertai dengan informasi terbaru yang dapat membantu para pembaca dalam memahami pelaksanaannya. Selain itu, artikel ini pun berisi tips-tips bagi para warga binaan muslim dalam menjalankan ibadah di Lapas.

Sholat Tarawih Berjamaah di Aula Lapas

1. Pengaturan Waktu Sholat

Mengingat para warga binaan Lapas memiliki jadwal yang padat, pengaturan waktu sholat menjadi hal yang terpenting. Sholat tarawih sendiri tentunya dilaksanakan setelah sholat Isya. Di Lapas pun pengaturan waktu sholat sudah diatur sedemikian rupa agar warga binaan tersebut dapat melaksanakan sholat dengan sepenuh hati.

Kebiasaan ini juga berlaku selama bulan Ramadan. Agar bisa menunaikan ibadah dengan lebih semangat, pihak Lapas biasanya juga akan menyiapkan salinan Al Qur’an dan sarana apapun yang dibutuhkan untuk memperkuat semangat para warga binaan saat beribadah.

2. Fasilitas Sholat yang Memadai

Sama seperti tempat ibadah lainnya, aula Lapas menyediakan fasilitas sholat yang memadai. Terdapat sejumlah sajadah, mukena, serta perlengkapan sholat lain yang sudah disediakan oleh pihak pengelola Lapas. Agar para warga binaan menyadari pentingnya fasilitas tersebut, pihak pengelola akan memberikan himbauan untuk menjaga dan tidak merusak fasilitas tersebut.

3. Jadwal Sholat Tarawih di Lapas

Warga binaan Lapas biasanya melaksanakan sholat tarawih pada jam 8 atau 9 malam. Waktu tersebut disesuaikan dengan jadwal khusus agar para warga binaan dapat mengikuti kegiatan ibadah dengan mudah dan tanpa gangguan apa pun. Selain itu, ketika sudah masuk waktu tarawih tersebut, segenap warga binaan akan diarahkan menuju aula Lapas tempat ibadah.

4. Suasana Ibadah yang Khusyuk

Pelaksanaan sholat tarawih di Lapas secara umum berlangsung dengan suasana yang khusuk. Para warga binaan diberikan ruang untuk menjalani ibadah sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Tentunya, ini juga tidak lepas dari pengawasan dan pengaturan dari pihak pengelola Lapas.

5. Kesempatan untuk Memperdalam Agama

Tidak hanya memberikan kebebasan untuk menjalankan ibadah, Lapas juga memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperdalam agama. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan seperti kajian kitab, dakwah, dan lain-lain. Dengan adanya kebiasaan ini, para warga binaan dapat menambah pengetahuan tentang agama serta memperkuat iman dan takwanya.

6. Binaan Psikologis Selama Berpuasa

Mengingat adanya keterbatasan waktu dan kegiatan di dalam Lapas, binaan psikologis bagi warga binaan menjadi hal yang sangat penting. Adanya kebiasaan berpuasa selama satu bulan penuh, tentunya membutuhkan support serta bimbingan yang tepat dari pihak pengelola Lapas.

Sehingga, pihak pengelola Lapas khususnya pihak keamanan harus dapat memetakan kesehatan jiwa para tawanan yang melakukan puasa di dalam Lapas. Oleh karena itu, dibutuhkan pula seorang psikolog yang dibekali pengetahuan tentang agama dan kesehatan.

7. Emansipasi Warga Binaan Selama Berpuasa

Berpuasa adalah sebuah perbuatan suci yang menyucikan diri dari pada yang haram. Namun, di dalam ruang tahanan, seorang narapidana sangat terbatas dalam melakukan berbagai aktivitas apapun. Seperti halnya olahraga yang kerap dikaitkan dengan berpuasa, tentu sangat sulit untuk bisa dilakukan di dalam ruangan sempit.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pendidikan atau pengajaran olahraga saat berpuasa pun sangat penting dilaksanakan. Apalagi ketika di Lapas, narapidana tentu diserukan untuk lebih banyak beraktifitas agar bisa semakin memperbaiki kualitas dan meningkatkan kapasitas dirinya.

Trik Agar Terbiasa Berpuasa di dalam Ruang Tahanan

Bagi para warga binaan, menjalankan puasa di dalam ruangan sempit tidaklah sesulit yang dibayangkan. Berikut beberapa tips yang dapat membantu para warga binaan menjalankan ibadah dengan lancar selama berpuasa di dalam ruang tahanan, khususnya selama bulan Ramadan:

1. Memperbanyak Sholat Tarawih

Meski waktu sholat tarawih berjama’ah di dalam Lapas sudah ditentukan oleh petugas, para warga binaan sebaiknya memperbanyak sholat tarawih di dalam celah waktu luang yang dimiliki selama berpuasa. Dengan melakukan hal ini, niscaya bisa meningkatkan ibadah selama satu bulan penuh.

2. Meningkatkan Kualitas Waktu Senggang

Seorang warga binaan memilki waktu luang yang terbatas untuk melakukan aktivitas di dalam ruangan tahanan. Oleh karena itu, mereka harus memaksimalkan waktu tersebut dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat – salah satunya dengan meningkatkan kualitas waktu senggang agar bisa menambah pengalaman dan pengetahuan.

3. Mengisi Waktu dengan Aktivitas yang Produktif

Menjalani puasa memang bukanlah kondisi yang nyaman, namun tentunya membawa manfaat jika dilakukan dengan benar. Para warga binaan di Lapas pun bisa menjadikan waktu berpuasa untuk melakukan sesuatu hal yang produktif seperti menulis, menggambar, atau pun belajar hal baru yang positif.

4. Menjalin Komunikasi dengan Keluarga

Meski terpisah oleh dinding Lapas, tidak berarti para warga binaan tidak bisa menjalin komunikasi dengan keluarga. Selama bulan Ramadan, kebiasaan terkait dengan kontak dengan keluarga seharusnya tetap dilakukan. Sehingga para narapidana juga bisa mendapatkan spirit dan motivasi dari keluarganya dalam menjalankan ibadah puasanya.

Penutup

Pelaksanaan sholat tarawih di aula Lapas memang berbeda dengan pelaksanaan di masjid pada umumnya. Namun, dengan persiapan dan pengaturan yang baik dari pihak pengelola Lapas serta kesadaran dari para warga binaan, pelaksanaan ibadah tersebut bisa berjalan dengan khusuk dan khidmat. Semoga artikel ini dapat memperkuat semangat kita dalam menjalankan ibadah puasa serta memberikan wawasan untuk para warga binaan Lapas agar dapat menjalankan ibadah dengan sepenuh hati.

Originally posted 2023-03-25 09:50:37.