News  

Polisi Rampas Motor, Dikeroyok setelah Diteriaki Maling

Diteriaki Maling, Oknum Polisi Rampas Motor Warga di Deliserdang Berujung Dikeroyok: Kejahatan dalam Tindakan Penegakan Hukum

Kasus penganiayaan terjadi lagi di Indonesia. Kali ini, kejadian tersebut melibatkan seorang oknum polisi yang diduga menyalahgunakan kewenangannya untuk merampas motor warga di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Saat diteriaki maling oleh warga yang merasa keberatan atas tindakan oknum polisi tersebut, oknum polisi tersebut justru memilih untuk menyerang balik. Dalam artikel ini, kita akan membahas detail kejadian ini dan menggali akar penyebabnya.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan laporan yang diterima dari Polres Deliserdang, kejadian tersebut terjadi pada Selasa, 11 Agustus 2020 malam. Oknum polisi yang tidak disebutkan namanya tersebut menegur seorang warga yang hendak memarkir motor di depan sebuah toko. Oknum polisi tersebut kemudian memperlihatkan tanda pengenalnya sebagai aparat keamanan dan meminta KTP warga yang bersangkutan. Warga tersebut menolak memberikan KTP-nya dan oknum polisi memutuskan untuk merampas motor warga tersebut.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut kemudian meneriaki oknum polisi tersebut dengan tuduhan maling. Ternyata, kejadian tersebut sudah tidak asing lagi di daerah tersebut, di mana oknum polisi seringkali menyalahgunakan kewenangannya dalam menegakkan hukum. Alih-alih memberikan penjelasan seperti yang diharapkan warga, oknum polisi tersebut justru marah dan menyerang warga dengan menggunakan tongkat yang biasa digunakan dalam penegakan hukum.

Sejumlah warga yang melihat kejadian tersebut langsung mengeroyok oknum polisi tersebut, hingga ia mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Polisi setempat yang datang ke lokasi kejadian berhasil mengamankan sejumlah warga yang terlibat dalam insiden tersebut dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Alasan Terjadinya Kejadian

Kejadian serupa sudah seringkali terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Selain karena masih banyaknya oknum polisi yang menyalahgunakan kewenangannya dalam melaksanakan tugas, kejadian ini juga disebabkan oleh buruknya sistem seleksi dan penjaringan anggota Polri. Banyak oknum polisi yang masuk ke dalam anggota kepolisian bukan karena kemampuan dan keahliannya dalam bidang keamanan, melainkan karena hubungan dan latar belakang mereka yang terikat dengan pejabat-pejabat tertentu.

Sistem pendidikan kepolisian juga perlu diperbarui, di mana anggota kepolisian diberikan pelatihan yang lebih baik dalam penegakan hukum dan pemahaman tentang hak asasi manusia. Karena selama ini, kepolisian dianggap sebagai kekuatan penegak hukum yang berkuasa dan mempunyai hak yang tidak terbatas bagi mereka dalam melaksanakan tugas mereka.

Solusi dari Problematika Terkait Kejadian Ini

Agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan. Pertama, polisi yang mempunyai masalah kepribadian seharusnya diberhentikan dari tugasnya dan tidak boleh lagi menjadi bagian dari kepolisian. Kedua, sistem seleksi di kepolisian harus negatif dari diskriminasi dan hubungan keluarga. Sebagai gantinya, seleksi harus lebih ditekankan pada kemampuan dan integritas moral sebagai calon anggota kepolisian. Ketiga, agen keamanan harus dilatih lebih intensif dan menekankan pada pemahaman tentang hak asasi manusia, penegakan hukum, dan keadilan sosial.

Keempat, media harus memainkan peran yang lebih aktif dalam melaporkan situasi policing di Indonesia. Media harus memiliki keterampilan dan kemampuan untuk memberikan informasi terbaru tentang kepolisian yang menunjukkan perilaku baik dan buruk dalam tindakan mereka dalam menegakkan hukum.

Pentingnya Penegakan Hukum yang Tegas dan Adil

Penegakan hukum yang tegas dan adil merupakan hal yang penting dalam menciptakan keamanan di Indonesia. Tanpa adanya kepastian hukum, masyarakat tidak akan merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, kepolisian harus berperan penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar dapat bertumbuh dan berkembang dengan aman, nyaman dan sejahtera bersama. Hal itu takkan terealisasi jika masih banyak oknum polisi yang mempunyai perilaku seperti yang disebutkan di atas. Oleh sebab itu, semoga kasus serupa tidak terulang lagi dan keamanan di Indonesia selalu terjaga dengan baik.

Original Post By WASIT.ID