Indeks

Kemarahan Bos RNF Sudah Mencapai Ubun-Ubun Gara-Gara Marc Marquez

Kabar kemarahan bos RNF yang mencapai ubun-ubun gara-gara Marc Marquez menjadi topik hangat di dunia balap motor. Sejak kejadian insiden Rossi dan Marquez pada balapan MotoGP Argentina tahun 2018 lalu, tidak banyak yang berubah antara pembalap asal Italia dan rekannya asal Spanyol itu.

Marquez yang tengah berada di posisi yang bagus di klasemen MotoGP terus menunjukkan performa yang memukau pada MotoGP dan membuat Rossi merasa tidak enak hati. Bahkan pada MotoGP Thailand tahun lalu, Marquez bisa dibilang berhasil membuat Rossi tak berdaya di trek sirkuit.

Namun, apakah kemarahan bos RNF ini hanya karena adanya perbedaan performa antara Rossi dan Marquez? Berikut ulasan lengkapnya.

Insiden Balapan MotoGP Argentina 2018

Insiden tersebut terjadi ketika Rossi dan Marquez saling beradu kontak dalam beberapa putaran berturut-turut. Pada akhirnya, Rossi yang sempat memimpin balapan terpaksa harus mengakhiri balapan dengan hasil yang kurang memuaskan.

Banyak pihak yang menyalahkan Marquez atas insiden tersebut karena dianggap tidak fair atas tindakannya. Meski begitu, Marquez tetap mempertahankan pendiriannya dan menyebut bahwa apa yang dilakukannya saat itu merupakan bagian dari balapan.

Tindakan Rossi Usai Insiden Balapan

Rossi mengakui bahwa ia sangat kecewa dengan tindakan Marquez. Namun, ia tidak menunjukkan tindakan agresif apa pun menjelang maupun saat balapan berlangsung.

Sengitnya Persaingan Rossi dan Marquez di Musim 2019

Pada musim 2019, persaingan antara Rossi dan Marquez terus berlangsung ketat. Masing-masing dari keduanya saling merebut posisi puncak klasemen di setiap kali balapan.

Namun, tampaknya kemarahan Rossi terhadap Marquez semakin memuncak. Hal itu ditunjukkan saat Rossi melontarkan kritikan pedas kepada Marquez setelah balapan MotoGP Thailand.

Konflik Rossi-Marquez pada MotoGP Argentina 2020

Pada bulan Maret 2020, Rossi dan Marquez kembali dikabarkan berseteru. Kali ini, pada balapan MotoGP Argentina yang tengah berlangsung, keduanya terlibat insiden. Meski pada akhirnya Marquez mendapatkan hukuman penalti, namun Rossi masih merasa bahwa hal tersebut tidak cukup.

Pembalasan Rossi pada Balapan MotoGP Spanyol 2021

Pada bulan Mei 2021, Rossi dan Marquez kembali bertarung pada balapan MotoGP Spanyol. Kali ini, Rossi berhasil menyingkirkan Marquez dari posisi terdepan dan memenangkan balapan tersebut.

Namun, pada saat tersebut, ada insiden di mana Rossi dan Marquez kedua sama-sama terjatuh. Dan yang menjadi sorotan adalah pembalasan Rossi yang dilakukan di atas trek.

Reaksi Bos RNF terhadap Insiden di MotoGP Spanyol 2021

Kemarahan bos RNF terhadap Marc Marquez semakin memuncak setelah insiden di MotoGP Spanyol tahun lalu. Para penggemar MotoGP yang menyaksikan insiden tersebut merasa kaget dengan tindakan Rossi, termasuk bos RNF.

Alasan Kemarahan Bos RNF pada Marc Marquez

Kemarahan bos RNF tidak hanya karena insiden di MotoGP Spanyol, tetapi lebih dari itu. Bos RNF menganggap tindakan Marquez yang sering kali menyerang Rossi di trek balap sangat tidak fair dan merugikan Rossi.

Sikap Rossi Usai Insiden di MotoGP Spanyol

Pada akhirnya, Rossi menyatakan bahwa tindakannya saat insiden di seri MotoGP Spanyol lalu tidaklah benar. Ia menyadari bahwa tindakannya sangat berbahaya dan bisa membahayakan keselamatan dirinya dan rekannya di atas trek balap.

Perkembangan Hubungan Rossi-Marquez

Setelah serangkaian insiden yang terjadi, hubungan antara Rossi dan Marquez tampak dingin. Meski demikian, keduanya sama-sama mengakui bahwa sudah cukup “dewasa” untuk tidak membesar-besarkan masalah dan tetap menjaga hubungan yang baik.

Pesan untuk Penggemar MotoGP

Sebagai penggemar MotoGP, kita seharusnya lebih fokus pada dunia balap yang membawa kegembiraan dan tantangan. Meski ada persaingan yang ketat antara para pembalap MotoGP, namun hal tersebut tidak boleh menganggu hubungan antara pembalap dan tim.

Insiden yang terjadi antara Rossi dan Marquez sebenarnya adalah hal yang wajar di dunia balap. Namun, hal tersebut tidak semestinya membuat hubungan antara keduanya menjadi cacat. Sebagai penggemar MotoGP, kita seharusnya lebih mempertimbangkan keamanan para pembalap dan menjaga hubungan baik antara mereka dan tim mereka. Semoga saja persaingan di lapangan benar-benar hanya berlangsung di dalam trek balap saja dan semoga kejadian serupa di masa yang akan datang tidak lagi terjadi.

Exit mobile version