News  

Hancur Lebur di All England dan Swiss Open, The Prayer Bertekad Bangkit di Spain Masters 2023

Hancur Lebur di All England dan Swiss Open: The Prayer Bertekad Bangkit di Spain Masters 2023

Minggu-minggu terakhir di dunia bulu tangkis telah menjadi sangat mengecewakan bagi penggemar Indonesia. Pasangan ganda putra unggulan Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo, yang dianggap sebagai yang terbaik di dunia, hancur lebur di All England dan Swiss Open.

Mereka berhasil memenangkan kejuaraan dunia pada tahun 2017 dan 2019, dan masuk sebagai unggulan nomor satu di All England. Namun, di babak kedua, mereka dipaksa keluar dari turnamen tersebut oleh pasangan Malaysia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, yang telah bermain bersama sejak tahun 2013 dan mengalahkan para juara dengan 21-18, 13-21, dan 21-15.

Kekalahan ini dibuntuti dengan kekalahan di Swiss Open. Marcus/Kevin kembali bermain buruk, kalah dari pasangan Denmark Mathias Boe dan Mads Conrad-Petersen dengan angka 16-21 dan 14-21.

Namun, ketidakberhasilan ini bukanlah akhir dari segalanya. Dalam sebuah wawancara pada RCTI, pasangan tersebut menyatakan bahwa mereka sedang belajar dari pengalaman ini dan akan bangkit kembali. Kevin menjelaskan bahwa meskipun mereka kehilangan kepercayaan diri, mereka tidak akan menyerah.

Bagaimana Marcus/Kevin akan melakukannya selanjutnya adalah misteri yang akan dipecahkan pada Spain Masters 2023, yang akan menjadi event penting di kalender bulu tangkis mereka.

Di bawah ini, mari kita lihat beberapa hal yang dapat menjadi kunci bagi Marcus/Kevin untuk bangkit setelah kekalahan di All England dan Swiss Open.

1. Kembalikan kepercayaan diri

Salah satu hal yang paling penting bagi setiap atlet adalah memiliki kepercayaan diri. Tanpa percaya diri, atlet sering kali terjebak dalam kompetisi dan kekalahan dapat menyapu konten mereka. Marcus/Kevin harus mencari cara untuk kembali percaya diri mereka dan mengingat betapa hebatnya mereka di lapangan bulu tangkis.

Itu mungkin terdengar mudah, tetapi setiap atlet tahu betapa sulitnya mengelola tekanan. Marcus/Kevin harus berbicara dengan pelatih, meditasi atau mencari bantuan dari psikolog olahraga untuk membantu mereka pulih dari kekalahan.

2. Evaluasi kesalahan dan menjadi lebih baik

Seperti yang mereka katakan, kegagalan itu mama dari keberhasilan. Marcus/Kevin harus melakukan evaluasi diri setelah kekalahan mereka di All England dan Swiss Open.

Mereka harus merenungkan masalah apa yang mereka hadapi di atas lapangan dan berusaha mengatasinya. Apakah itu masalah teknis seperti kesalahan dalam strategi atau masalah mental seperti kelelahan atau ketegangan? Setelah mengevaluasi kesalahan mereka, mereka harus menemukan cara untuk meningkatkan diri mereka dan mengatasi masalah yang mereka temui.

3. Ambil waktu untuk memulihkan diri

Setiap atlet tahu betapa pentingnya istirahat dan waktu pemulihan. Setelah serangkaian kekalahan ini, Marcus/Kevin harus mengambil waktu untuk memulihkan diri. Mereka harus mengistirahatkan tubuh mereka dan mempersiapkan kembali pikiran dan semangat mereka untuk turnamen Spain Masters 2023.

Pelatih mereka harus membantu mereka dalam mempersiapkan jadwal pemulihan yang tepat sehingga mereka dapat kembali ke lapangan dengan segar dan siap bertarung.

4. Tetap fokus pada tujuan mereka

Marcus/Kevin harus tetap fokus pada tujuan mereka, terlepas dari kekalahan. Mereka harus mempertahankan tekad mereka untuk menjadi yang terbaik di dunia, dan bersatu untuk mencapai tujuan mereka. Mereka harus mengabaikan media dan tekanan yang datang dari luar dan tetap fokus pada apa yang mereka ingin capai sebagai sebuah pasangan.

5. Lindungi mental mereka

Terakhir, pasangan tersebut harus memastikan bahwa mereka melindungi kesehatan mental mereka. Ketika seorang atlet berurusan dengan tekanan atau kecemasan yang berlebihan, maka hal itu dapat membahayakan kesehatan mereka. Mereka harus mencari bantuan profesional jika mereka merasa bahwa stres dan kecemasan membahayakan kesehatan mental mereka.

Ketika Marcus/Kevin kembali ke lapangan dalam turnamen Spain Masters 2023, mereka pasti akan disaksikan dan ditunggu oleh ribuan penggemar di seluruh dunia. Mereka akan menerima dukungan yang kuat dari masyarakat Indonesia, dan tentu saja, doa dan harapan mereka akan berhasil memenangkan kejuaraan.

Marcus/Kevin harus tetap memegang tujuan mereka dengan tangguh dan bersatu untuk mencapainya. Dukungan dari penggemar setia mereka dan keluarga, serta konsistensi dan kepercayaan diri, semuanya akan menjadi kunci yang diperlukan bagi mereka untuk bangkit kembali dan menjadi yang terbaik di dunia lagi.

Menjadi juara dunia adalah tentang kembali bangkit dan belajar dari kekalahan. Marcus/Kevin memiliki kesempatan untuk melakukan keduanya di Spain Masters 2023, dan semoga mereka menjadi pasangan yang berhasil kembali ke atas panggung juara dengan tekad, kesabaran, dan kerja keras mereka.