Indeks

Gubernur Sumsel Kecewa Piala Dunia U-20 Batal Digelar di Indonesia

Empat tahun lalu, Indonesia merayakan prestasi besar dalam sepak bola dunia dengan menjadi tuan rumah di ajang Piala Dunia U-20. Indonesia menjadi negara keempat di Asia Tenggara yang melaksanakan ajang bergengsi tersebut, setelah Malaysia, Jepang, serta Korea Selatan.

Namun sayangnya, pada tahun ini, Indonesia harus menelan kekecewaan karena piala dunia U-20 yang dijadwalkan bakal digelar pada Mei hingga Juni tahun 2021 harus batal dilaksanakan. Keputusan itu diambil lantaran pandemi Covid-19 yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan keselamatan semua orang.

Kondisi ini tentu saja membuat Gubernur Sumsel kecewa. Sebab, Sumsel jadi tuan rumah dari Piala Dunia U-20. Meski begitu, kekecewaan tersebut tidak lantas membuat Indonesia dan Gubernur Sumsel mundur dan menyerah begitu saja. Pemerintah Indonesia masih berupaya dengan mempersiapkan segala sesuatunya agar Piala Dunia U-20 tahun depan bisa sukses besar.

Mari kita bahas lebih rinci lagi tentang kekecewaan Gubernur Sumsel terhadap pembatalan Piala Dunia U-20 tahun ini.

Gubernur Sumsel Kecewa, Kenyataan ke Khayalan

Gubernur Sumsel, Herman Deru, pada awal tahun ini terlihat antusias dan optimis dengan kehadiran Piala Dunia U-20 di provinsi ini. Namun, harapannya pupus sebagaimana panggilan itu dibatalkan.

Kendati begitu, Herman Deru menegaskan bahwa kekecewaannya takkan lekang oleh waktu begitu saja. “Ini mengecewakan sekali, kita sudah begitu berharap agar kita bisa menjadi tuan rumah. Namun, memang faktor pandemi ini sangat mempengaruhi,” ujar Herman Deru dengan sedikit tekanan dan kecewa pada suara.

Pembatalan Piala Dunia U-20 Mengguncang Indonesia

Keputusan pembatalan Piala Dunia U-20 juga membuat Indonesia terguncang. Tentunya, ini bukan menjadi berita baik bagi pecinta sepak bola di seluruh Tanah Air. Walaupun Indonesia belum pernah meraih prestasi yang membanggakan di piala dunia, namun kiprah Indonesia di dunia sepak bola tetap disadari oleh dunia internasional.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak FIFA. “FIFA sudah berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia, FIFA juga meminta agar Indonesia terus mengembangkan sepak bola nasional,” katanya.

Optimisme Piala Dunia U-20 Akan Digelar

Optimisme masih terasa di Teras Sriwijaya. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemkot Palembang masih menggeliatkan semangat apresiasi bagi pelaksanaan Piala Dunia U-20 di Indonesia pada tahun depan. Pemkot Palembang dan Pemprov Sumsel meminta PSSI menyiapkan pertandingan uji coba untuk mengukur kesiapan stadion di Palembang, untuk menjadi venue salah satu babak kualifikasi Piala Dunia U-20 2023.

Menurut Plt. Wali Kota Palembang Harnojoyo, dengan melakukan pertandingan uji coba ini, Indonesia akan siap menyambut Piala Dunia U-20 pada tahun depan. “Kita akan terus berupaya untuk mewujudkan Piala Dunia U-20 di tahun 2023,” kata Harnojoyo.

Resolusi FIFA Tentang Tuan Rumah Piala Dunia U-20 di Indonesia

Pada pertengahan Maret 2021, FIFA resmi menentukan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, karena baru di tingkat babak kualifikasi saja. Direktur Kompetisi Nasional PSSI, Rudy Widodo menyambut positif keputusan FIFA tersebut.

Rudy menyebut ketetapan FIFA berkaitan dengan Indonesia menjadi venue kualifikasi Piala Dunia U-20, sanggup membeberkan kabar baik bagi sepak bola nasional. “Ini merupakan peluang emas untuk meningkatkan tanpa ragu – tata kelola kompetisi yang lebih baik lagi. Kami berterima kasih kepada FIFA dan seluruh stakeholder yang mendukung sepak bola Indonesia,” ungkapnya.

Batalnya Pelaksanaan Piala Dunia U-20 di Indonesia Segi Ekonomi

Pembatalan pelaksanaan Piala Dunia U-20 di Indonesia dinilai berdampak sekali pada segi ekonomi, terutama Palembang. Pemkot Palembang melihat ada beberapa sektor ekonomi yang bisa terangkatkan ketika Piala Dunia U-20 sukses dilaksanakan.

Pramady Wahono sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, menilai bahwa pelaksanaan piala dunia U-20 sangat berdampak positif bagi Palembang. “Kami berharap ketika Palembang menjadi tuan rumah pelaksanaan piala dunia U-20 tahun depan, industrial pariwisata, industri makanan dan minuman, dan industri lainnya dapat berkembang dan mampu menyejahterakan masyarakat,” tuturnya.

Sumsel dan Pemkot Palembang Tegaskan Tetap Siap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Walaupun Piala Dunia U-20 belum bisa berlangsung di Indonesia karena pandemi masih mengancam, Pemkot Palembang dan Pemprov Sumsel tetap menegaskan kesiapannya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun depan.

Kedua pihak menyebutkan akan mematangkan segala persiapan agar ajang bergengsi itu bisa sukses dilaksanakan di Indonesia. Hal ini bukan tanpa dasar, setelah FIFA menegaskan Indonesia tetap menjadi tuan rumah, meskipun harus menunda selama setahun.

Program Pembangunan Sejumlah Stadion

Pada tahun ini, Indonesia tengah focus menyiapkan empat tempat venue Piala Dunia U-20, yaitu Stadion Gelora Bung Karno, Stadion Pakansari Bogor, Stadion Tugu Muda Semarang, dan Stadion Sriwijaya Palembang. Ketiganya saat ini sedang dibenahi dengan baik dan telah memasuki tahap renovasi. Sementara itu, Rusunawa Sumsel juga sudah rampung dan siap digunakan sebagai akomodasi peserta.

Tentunya, upaya ini demi memastikan bahwa Piala Dunia U-20 tahun depan berjalan sukses dan meriah. Pemerintah Indonesia siap membantu mempercepat penyelesaian pembangunan stadion dan infrastruktur pendukung lainnya.

Swafoto Gubernur Sumsel menuju Tujuan Piala Dunia U-20

Gubernur Sumsel Herman Derv yang menjadi salah satu arsitek penentu suksesnya plak dunia U-20 di Asia Tenggara, masih tetap optimis dengan keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah. Meski Covid-19 menjadi kendala, Herman Derv dan timnya terus melakukan evaluasi dan perbaikan.

Hal ini ditunjukkan dalam swafoto Herman Derv. Dirinya menunjukkan latar belakang Tanjung Enim Palace yang menjadi pusat pelayanan kepariwisataan dan kebudayaan di kota Palembang di acara Jamuan Makan Malam untuk Menyambut Piala Dunia U-20. Semoga tahun depan bisa menjadi terselenggara.

Tunggu Keputusan FIFA Mengenai Pelaksanaan Piala Dunia U-20 2023

Sejak awal, Indonesia dan pemerintah Sumsel telah berkomitmen untuk menyelenggarakan ajang bergengsi ini dengan sebaik-baiknya. Kecewa karena tahun ini harus batal diselenggarakan, namun kerja keras Indonesia tidak akan berhenti sampai di sini.

Andaikan Piala Dunia U-20 berlangsung pada tahun depan, tentu saja ini bakal menjadi berita menggembirakan bagi Indonesia. Namun, hingga saat ini, masih tak ada kepastian apakah piala dunia U-20 akan digelar di Indonesia pada 2023 mendatang. Karena itu, kita harus tetap menunggu dan berharap bahwa impian Indonesia di ajang bergengsi ini tak bakal surut begitu saja.

Piala Dunia U-20 2023 Bukan Tak Mungkin Berlangsung

Meskipun Piala Dunia U-20 terpaksa dibatalkan karena pandemi Covid-19 pada tahun ini, namun bukan berarti Indonesia harus menyerah begitu saja. Piala Dunia U-20 masih bisa digelar pada tahun 2023, dan Indonesia bisa menjadi tuan rumah yang sukses.

Kita memang harus berjuang bersama dalam menghadapi pandemi ini, namun harapan kita pada Gubernur Sumsel Herman Deru dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tahun depan tetap besar. Semoga kekecewaan kita dari pembatalan pelaksanaan Piala Dunia U-20 pada tahun ini membangkitkan semangat untuk berjuang lebih keras lagi.

Indonesia memang masih jauh dari prestasi kebanggaan di dunia sepak bola, namun Piala Dunia U-20 tetap menjadi peluang yang baik bagi kita untuk membuktikan kapasitas kita dalam talenta dan organisasi sepak bola tingkat dunia. Tak jarang, keberhasilan menggelar ajang bergengsi ini akan berdampak signifikan pada perkembangan sepak bola Indonesia ke depannya.

Namun meski pandemi Covid-19 masih menjadi kendala, kerja keras Indonesia tak boleh surut begitu saja. Kita harus tetap berjuang dan berkomitmen menjalankan semua persiapan secara maksimal dan profesional. Semoga Piala Dunia U-20 pada 2023 nanti bisa jalan sukses dan meraih prestasi yang membanggakan buat Indonesia. by AI.

Originally posted 2023-03-30 21:07:51.

Exit mobile version